Legenda Asal-Mula Desa Tinanding (Desa Pilih Tanding)
Pada zaman dahulu, wilayah yang kini disebut Desa Tinanding masih berupa hutan dan tanah lapang yang subur. Banyak pendatang datang untuk membuka lahan dan menetap. Namun karena jumlah penduduk semakin bertambah, sering terjadi perselisihan—baik soal tanah, hasil panen, maupun kepemimpinan.
Untuk mencegah perpecahan, para sesepuh desa mengadakan sebuah tradisi unik yang disebut “pilih tanding.”
Dalam tradisi ini, setiap persoalan tidak diselesaikan dengan kekerasan, melainkan dengan tanding kemampuan, adu kebijaksanaan, dan musyawarah terbuka. Siapa pun yang paling jujur, bijak, dan mampu menjaga persatuan, dialah yang dipilih sebagai pemenang.
Pilih tanding tidak selalu berarti adu fisik. Kadang berupa adu kepandaian, adu pendapat yang santun, atau kerja nyata untuk kepentingan bersama. Tradisi ini membuat masyarakat belajar menerima hasil dengan lapang dada dan tetap menjaga kerukunan.
Karena kebiasaan memilih keputusan melalui tanding yang adil, wilayah itu kemudian dikenal dengan nama Tinanding, yang berarti desa tempat memilih melalui tanding.
Sejak saat itu, Desa Tinanding dikenal sebagai desa yang menjunjung tinggi keadilan, sportivitas, dan persatuan. Tradisi pilih tanding menjadi simbol bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk menemukan keputusan terbaik bagi semua.Legenda Asal-Mula Desa Tinanding (Desa Pilih Tanding)
Pada zaman dahulu, wilayah yang kini disebut Desa Tinanding masih berupa hutan dan tanah lapang yang subur. Banyak pendatang datang untuk membuka lahan dan menetap. Namun karena jumlah penduduk semakin bertambah, sering terjadi perselisihan—baik soal tanah, hasil panen, maupun kepemimpinan.
Untuk mencegah perpecahan, para sesepuh desa mengadakan sebuah tradisi unik yang disebut “pilih tanding.”
Dalam tradisi ini, setiap persoalan tidak diselesaikan dengan kekerasan, melainkan dengan tanding kemampuan, adu kebijaksanaan, dan musyawarah terbuka. Siapa pun yang paling jujur, bijak, dan mampu menjaga persatuan, dialah yang dipilih sebagai pemenang.
Pilih tanding tidak selalu berarti adu fisik. Kadang berupa adu kepandaian, adu pendapat yang santun, atau kerja nyata untuk kepentingan bersama. Tradisi ini membuat masyarakat belajar menerima hasil dengan lapang dada dan tetap menjaga kerukunan.
Karena kebiasaan memilih keputusan melalui tanding yang adil, wilayah itu kemudian dikenal dengan nama Tinanding, yang berarti desa tempat memilih melalui tanding.
Sejak saat itu, Desa Tinanding dikenal sebagai desa yang menjunjung tinggi keadilan, sportivitas, dan persatuan. Tradisi pilih tanding menjadi simbol bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk menemukan keputusan terbaik bagi semua.